Heboh film Ayat-ayat Cinta, sampai RI-1 nonton sama dubes-dubes,..mungkin salah satu kriteria "sukses" film ini. Padahal, seperti yang sebelumnya kuduga, filmnya akan sulit menyamai novelnya. Kalah jauuuuhhh,.... Mungkin itulah kekuatan bahasa tulis. Dalam bahasa visual, Fahri cuma segitu. Keindahan mesir, ndak keliatan sama sekali seperti yang "tergambar" di novelnya. Kedalaman isi novel ndak tertuang sama sekali di filmnya. Yang menonjol kok malah poligami. Cobain deh baca bukunya. Rasanya orang yang menilai islam itu teroris, menindas perempuan dan banyak dugaan negatif akan jadi tertarik mendalami islam kalau baca bukunya,...(smoga gak berlebihan memujinya,..karena sesungguhnya Segala puji hanya milik Allah,..)
| |
|